Cara Memilih SIMRS yang Tepat untuk Rumah Sakit Anda
Tim AORTA

Kenapa SIMRS Itu Krusial?
Rumah Sakit tanpa SIMRS yang handal ibarat kapal tanpa navigasi — operasional berjalan tetapi tanpa kendali data yang jelas. Rekam medis pasien tersebar, antrean panjang, dan laporan keuangan sering terlambat.
Berdasarkan regulasi Kemenkes RI, setiap Rumah Sakit wajib memiliki SIMRS yang terintegrasi dengan SatuSehat dan BPJS Kesehatan.
5 Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Kepatuhan Regulasi
Pastikan SIMRS yang Anda pilih sudah memiliki sertifikat dari Kemenkes dan siap bridging dengan SatuSehat (sebelumnya dikenal sebagai SATUSEHAT platform). Ini adalah syarat mutlak, bukan opsi.
2. Modular & Skalabel
Pilih sistem yang modular — Anda hanya membayar fitur yang dipakai. Saat RS berkembang, tambahkan modul IGD, laboratorium (RIS/PACS), atau integrasi farmasi tanpa harus ganti system dari nol.
3. Rekam Medis Elektronik (RME)
RME adalah jantung SIMRS. Pastikan fiturnya mencakup:
- Templating diagnosa yang cepat
- Riwayat pasien terintegrasi
- Notifikasi interaksi obat
- Export data sesuai standar DTO (Data Transfer Object) Kemenkes
4. Bridging BPJS & Asuransi
SIMRS harus mampu melakukan klaim BPJS secara otomatis (VClaim). Cek apakah vendor menyediakan update berkala mengikuti perubahan regulasi BPJS — karena aturan bisa berubah setiap kuartal.
5. Layanan Support & SLA
Tanyakan: berapa lama response time jika sistem down? Apakah ada dedicated engineer? Sistem rumah sakit adalah critical system — downtime 1 jam bisa mengganggu ratusan pasien.
Kenapa AORTA?
AORTA menyediakan SIMRS Core Enterprise dengan tiga tier (Pratama, Enterprise, Custom Hospital Node) yang bisa disesuaikan dengan kelas RS Anda. Kami juga menyediakan pendampingan migrasi data dari sistem lama dan pelatihan staf hingga mahir.
Konsultasi SIMRS gratis dengan tim AORTA →
